Wednesday, May 23, 2012

Tips Mengatasi Kotoran Telinga Mengeras

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Impacted cerumen adalah gangguan yang muncul akibat menumpuknya kotoran telinga/ cerumen/ earwax pada liang telinga. Cerumen merupakan campuran dari cairan dan minyak yang tidak berwarna/ kuning jernih, dihasilkan oleh kelenjar kulit liang telinga. Bentuk cerumen berbeda antara orang satu dengan lainnya. Ada yang berbetuk cair, padat dan tegas atau berupa seperti serpihan kulit kering.

Fungsi dari cerumen adalah untuk menangkap debu, kuman, kotoran dan partikel kecil lainnya sehingga mencegah debu/ partikel tersebut masuk lebih jauh ke dalam telinga yang dapat berpotensi mengganggu gendang telinga.

Cerumen akan berubah warna menjadi kecoklatan jika bercampur dengan sel-sel epitel yang telah terkelupas dan partikel debu. Sebenarnya membersihkan liang telinga tidak perlu sering dilakukan karena cerumen dapat mengering dan keluar dari liang telinga dengan sendirinya.

Cerumen dapat menjadi masalah bila kotoran telinga ini tidak bisa keluar karena sebab-sebab tertentu sehingga terkumpul, mengeras dan sulit dikeluarkan yang akhirnya menyumbat telinga. Kondisi ini merupakan masalah telinga yang cukup sering terjadi baik pada anak maupun orang dewasa.

Penyebab terkumpul dan mengerasnya kotoran telinga : 
- Penyempitan saluran telinga akibat infeksi atau penyakit kulit, tulang, atau jaringan ikat
- Cerumen yang terlalu kering 
- Cerumen berlebihan dalam menanggapi trauma atau penyumbatan di dalam saluran telinga 
- Membersihkan telinga menggunakan penjepit rambut, peniti dan sapu tangan yang dipelintir diujungnya
- Penggunaan alat bantu dengar
- Penggunaan penyumbat telinga/ earplug
- Penggunaan cotton-tipped swabs atau Q-tips 

Penggunaan alat-alat diatas dapat mendorong serumen ke dalam liang telinga sehingga serumen terkumpul di dalam lalu mengeras.


Tanda dan gejala kotoran telinga yang mengeras dan menyumbat telinga :

- Pendengaran berkurang
- Pusing
- Nyeri telinga
- Rasa penuh di dalam telinga
- Telinga berdenging


Tips Perawatan Untuk Kotoran Telinga Yang Mengeras :
- Gunakan obat tetes pelunak kotoran telinga, contohnya Waxsol atau Forumen.
Cara penggunaannya dengan meneteskan cairan obat ke dalam telinga sebelum  tidur malam, kemudian tutup telinga dengan kapas bersih. Lakukan hal yang sama malam berikutnya. Cerumen yang keras akan melunak dan mudah dikeluarkan atau bahkan keluar sendiri keesokan harinya. Terapi tersebut tidak boleh dilakukan bila terjadi atau curiga terjadi kerusakan/ perforasi gendang telinga karena menggunakan tetes telinga pada gendang telinga yang berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Hentikan pemakaian tetes telinga jika timbul rasa nyeri atau ruam kulit lokal.

- Jika tidak tersedia obat untuk melunakan cerumen bisa dengan menggunakan baby oil atau berbaring miring dengan telinga di atas botol kompres air hangat. Panas nantinya akan melunakan cerumen.

-Apabila tidak yakin bisa menangani masalah tersebut sendiri atau cerumen tidak keluar setelah pemakaian obat tetes pelunak kotoran telinga segera konsultasikan ke dokter THT. Biasanya dokter akan mengeluarkan kotoran telinga dengan alat vakum atau alat kuretase telinga atau dengan instrumen khusus lainnya atau irigasi dengan NaCl, docusate, sodium bicarbonat.

-Ear candling tidak dianjurkan karena tidak terbukti efektif dan justru dapat menyebabkan cedera.

- Penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga baik dilakukan bila kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Jika kotoran telinga keras, penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga, sebaiknya gunakan pinset khusus yang berbentuk seperti kerukan di ujungnya atau secara teratur pergi ke dokter THT untuk membersihkan liang telinga.

Photobucket
 photo belajarinternetdinsan.gif

0 komentar:

Post a Comment